Cari

Genthonk Think's

Jadilah apa yang membuatmu bahagia selama tidak merugikan orang lain. Karena mau sebaik apapun yang kamu lakukan akan selalu ada orang yang menganggapmu salah. "Tetaplah tampan dan menawan, jangan lupa untuk Berbahagia."

Semua orang pernah merasakan kehilangan, pun juga penolakan.

Semua orang pasti pernah menunggu kemudian dikecawakan.

Aku berdiri

Surabaya, 8 Januari 2019

Berusaha menyibukka diri dengan segala tanggung jawab kantor yang puji Tuhan udah mulai numpuk. Sejak pagi sudah berkutat menjadi jembatan antara user dengan supplier. Berusaha memenuhi kebutihan mereka yang sedang diburu waktu untuk dapat melaksanakan segala tanggung jawab di lapangan.

Namun saat jam rehat tiba, segala bayangnya kembali bermunculan, memancing nalar yang telah lelah memikirkan nasib para user jika mereka tidak mendapatkan barang yang mereka minta segera. Kini nalar tak

Jujur

Sakit sekali ketika menerima sebuah penghakiman atas apa yang terjadi. Semua seolah terbalik. . .

Kala itu, berulang kali saya minta dia pergi. Tapi terus kembali, membawa harapan yang menyejukkan hati. Kala itu semua terasa indah sehingga rasa seolah menyiratkan sesuatu yang tak sama.

Tapi, akhirnya kata kata itu terlontar juga darinya. Saya salah mengartikan rasa. Saya salah menerjemahkan rasa. Dan bagi dy semua kebaikan dia selama ini tak memiliki arti lebih dari teman. Tam pernah sekalipun dy meminta saya untuk pergi. Namun saat saya datang kembali dy mengatakan seolah telah dikatakan olehnya ribuan kali.

Kenapa tak berani kau katakan sejak semula? Aku akan paham jika kau mengatakannya sejak awal. Tapi selama 5 tahun terakhir kau hanya diam membisu dilik jelanga kelam. Dan aku tak mampu membaca bagaimana pikiranmu berjalan. . . Jujur aku tak bisa.

Tapi, semua sudah terucap. Apa yang sudah kau katakan takkan lagi mampu kau tarik kembali. Aku takkan berlari mengejarmu lagi. Sudah kuputuskan untuk membiarkanmu hidup dalam kuasamu. Takkan ada lagi namamu kusebut dalam setiap doaku. Dan takkan ada lagi tetesan air mata untuk segala resah yang kau cipta. Semoga kamu bahagia, tapi jika karma memang ada dan Tuhan memang tak pernah tidur. . . Aku hanya ingin DIA tau bahwa semua luka itu menuntut untuk terbayar dengan setimpal.

Teman Bicara

Hei kamu, Ainun. . .

Terima kasih untuk segala kisah yang telah kau dengarkan dari mulutku. Terima kasih untuk selalu hadir dan menenangkanku meskipun jarak menjadi pengganggu. Terima kasih untuk membawa pelita dalam kegelapan dan kerumitan pikiranku.

Kita selalu bisa menjadi baik untuk diri kita sendiri, namun menjadi baik untuk orang lain butuh effort yang luar biasa. Bukan hanya sekedar apa yang kita bicarakan dalam waktu yang terbatas. Namun seberapa besar dampaknya untuk masing masing kita yang masih mengikat nyawa dalam raga yang terbatas.

Orang bilang untuk menjadi baik, kelilingilah diri kita dengan orang orang baik. Tapi kamu berbeda, menjadi baik adalah masalah personalmu sendiri, bukan tergantung siapa yang mengelilingimu. Terima kasih untuk tidak menghakimi dan menyudutkan setiap permasalahan yang terjadi.

Terima kasih banyak, semoga Tuhan menjadikan ini sebagai tabunganmu kelak di alam yang abadi.

Salah Mengartikan Rasa. . .

Apakah benar aku yang salah arti?

Ataukah aku yang terlaku bodoh memahami?

Apakah benar itu hanya kebaikan semu?

Ataukah aku tak cukup pintar memilah rasaku?

Jika memang aku yang salah mengerti, maafkan ku yang tak pernah mau memahami.

Namun, jika itu adalah salahmu yang tak mampu membagi hati, maka kumaafkan segala resah yang kau alami.

Aku manusia berhati, namun akan enggan menggunakannya kembali.

Aku manusia ber empati, namun akan sulit menghidupkannya lagi.

Terima kasih, untuk semua cinta yang telah ku salah arti.

Terima kasih, untuk kebaikan yang tak sanggup kupahami.

Dan untukmu hati, terima kasih karena bertahan sejauh ini.

UNTUKMU aku berhenti.

2019 adalah sebuah titik balik. Setelah sekian lama menanti saya BERHENTI.

Bukan takut dengan ancamanmu terkait pengadilan, tapi karena akhirnya kalimat itu kau ucapkan.

“Kebaikan sy ke anda itu anda salah artikan.”

Itu adalah kalimat mujarab untuk mengusir saya, tak ada lagi kamu setelah ini. Yang ada adalah luka yang mungkin akan berdiam dalam diri. Tak ada lagi asa yang tersisa tergantikan Amarah yang terus menyala.

Tak akan pernah disesali semua resah yang telah terjadi, Tak akan pernah ada kata kembali dalam langkah yang telah pergi.

Aku hanya akan berpamitan untuk terakhir kali, dan perlahan menghapus rasa yang masih menempel dalam hati.

Semoga anda bahagia. Karena kita berawal dari orang asing, menjadi dekat karena takdir ilahi. Dan kini kembali menjadi asing kembali.

Tak perlu meminta maaf setelah ini, karena maaf itu sudah lama mati. Tak perlu mendekat lagi karena kelak hanya akan ada maki.

Sampai Jumpa

FMORP

Surabaya, 16 Januari 2019

Dini hari tadi, aku melihatmu lagi.

Menghampiriku dalam bingkai bahagia yang takkan pernah kumiliki.

Melantunkan kenangan indah kita dalam nada nada yang membuaiku.

Memeluk erat tubuh yang masih tak percaya akan kehadiranmu untuk kesekian kali.

Mencium setiap lekuk tubuh ini seolah aku adalah pilihan yang tak pernah salah bagimu.

Iya, aku bahagia.

Meski itu hanya sebatas mimpi yang membuatku bangun dengan rasa hampa.

Aku menyayangimu.

Surabaya, 10 Januari 2019

Hari ke sekian INSOMNIA kambuh. Saya memang pribadi yang lebih aktif ketika dini hari, sebuah kebiasaan yang sudah terlatih sejak jaman SMA.

Semenjak pertama kali kerja ditahun 2013, mulai sedikit tertata. Dimana pulang kerja (saat masuk pagi) pasti tidur antara 5 sampai 9 jam, dan ketika jam 1 atau 2 pagi terbangun. Saat saya masuk siang maka saya akan terjaga sampai sekitar jam 5 pagi lalu tidur 5 sampai 7 jam.

Ini adalah bulan ke 5 saya pindah tugas di Surabaya dengan jam kerja yang jauh lebih pasti (8 am – 5 pm). Saya biasa menghabiskan jam tidur dr jam 7 pm sampai sekitar jam 1 atau 2 am. Tapi akhir akhir ini pola itu rusak.

Beberapa hari ini saya selalu terbangun sekitar jam 9 atau 10 pm yang artinya saya hanya tidur 2 sampai 3 jam. Terbangun tidak dalam keadaan baik baik saja, namun melawan sebuah beban yang tak jarang membuat saya meneteskan air mata.

Terdengar lemah untuk pria dengan ukuran jumbo seperti saya. Tapi itulah kenyataannya, entah tiba2 teringat sesuatu yang sangat saya inginkan namun tak mampu untuk saya miliki. Aau hanya sekedar menyesali sebuah rasa bersalah akan sebuah kejadian di masa lalu.

Ini masih tentang hati yang enggan untuk beralih, tentang cinta yang tak mampu berpisah, dan tentang diri yang tak ingin terganti. Entah sampai kapan, namun saya berusaha menampilka TOPENG senyuman yang tak semua orang dapat melihat segala luka dan beratnya beban dibalik itu semua.

Bagaimana esok akan dimulai? Akankah dengan beban yang terus menghantui segala keinginan diri untuk beralih? Ataukah kenyataan bahwa tidak semua cinta dapat kita miliki seutuhnya? Apapun itu, rasa sakit yang terjadi mengajarkan kita untuk kuat, bukankah seperti itu kicauan orang orang bijak?

#KitaKuat

#MariSalingMenguatkan

Surabaya, 7 Januari 2019

Semua beban itu paling tidak perlahan sudah mulai terbebas dari pundak ini.

Saya hanya memiliki 2 resolusi sederhana tahun ini,

1. Kurus.

2. Mengikhlaskan dia yang tak mungkin dimiliki.

Apa yang kalian harapkan dari kisah yang tak mungkin akan berujung indah? Tentang cinta yang tak mungkin bersama, dan rindu yang tak mungkin bersua.

Tapi perlahan saya mencoba mengikhlaskan dia bersama yang menjadi pilihannya. Sejak awal mungkin memang tak ada rasa untuk saya, atau hanya pikiran pikiran tanpa dasar yang selama ini bersarang dikepala. Tapi saya dengan sadar telah mencintainya sejak lama, dan cara saya mencintainya kini adalah mengikhlaskan kemudian mendoakan yang terbaik baginya.

Sudah terlalu lama saya berjuang dalam setiap pertarungan dan rasa lelah itu mengalahkan bisikan hati yang menuntut untuk terus berjuang.

Semoga kita sama sama menemukan kedamaian di hari esok. Semoga kita sama sama menjadi berkat bagi lingkungan kita masing masing. Mencintaimu takkan pernah kusesali, dan kini mengikhlaskanmu adalah sebuah bukti bahwa cinta ini tak ingin memaksamu berada disisi dengan segala keterbatasan.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑